Sejarah SOLAR CELL

PENJELASAN TENTANG Modul SolarCell / PANEL SURYA

 

5312552_2013-07-2815.03.35512x384

 Modul Solar Cell / PANEL SURYA adalah

    Modul Solar Cell adalah peralatan elektronik yang berfungsi mengubah sinar matahari menjadi energi Listrik Tenaga Surya. Dari modul tersebut energi listrik yang berupa arus 12VDC bisa langsung digunakan atau lebih baiknya digunakan system penyimpanan dengan battery sehingga diwaktu malam bisa digunakan. Modul solar cell terdiri dari 2 type yaitu, type monocrystal , type polycrystal  dan amorphose dan semua type type  tersebut  memiliki satuan daya yang disebut  kapasitas Watt Peak (WP) .

    Istilah “fotovoltaik”berasal dari  bahasa Yunani (phos) yang berarti “cahaya”, dan “volta”, yang berarti listrik, dari nama fisikawan Italia Volta, setelah yang satu unit kekuatan elektro-motif, volt, diberi nama . Istilah “foto-volta” telah digunakan dalam bahasa Inggris sejak 1849.

   Efek photovoltaic pertama kali dikenal pada tahun 1839 oleh fisikawan Perancis AE Becquerel. Namun, tidak sampai 1883 bahwa sel fotovoltaik pertama dibangun, oleh Charles Fritts, yang dilapisi selenium semikonduktor dengan lapisan emas yang sangat tipis untuk membentuk persimpangan. Perangkat hanya sekitar 1% efisien. Pada 1888 fisikawan Rusia Aleksandr Stoletov membangun sel fotolistrik pertama (berdasarkan pada efek fotolistrik luar ditemukan oleh Heinrich Hertz sebelumnya pada tahun 1887). Albert Einstein menjelaskan efek fotolistrik pada tahun 1905 di mana ia menerima Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1921

===================================================================================

ARTIKEL KE 2 DARI KAMI :  SOLAR ENERGY

solar cell_pv_diagram

 SOLAR ENERGY

    Sebelum menjelaskan tentang cara kerja solar cell, penulis ingin menjelaskan mengenai sejarah solar cell. Solar cell pertama kali di temukan oleh Alexandre Edmund, seorang ahli fisika  pada tahun 1839. Percobaannya dilakukan dengan cara menyinari 2 elektrode dengan berbagai macam cahaya. Electrode tersebut di balut dengan bahan yang sensitive terhadap cahaya dan dilakukan pada kotak hitam yang di kelilingi campuran asam. Hasilnya tenaga listrik bertambah seiring dengan besarnya intensitas cahaya yang ditingkatkan. Pada beberapa tahun berikutnya beberapa peneliti mencoba untuk melanjutkan penelitian yang dilakukan oleh Alexandre, dan hasilnya mereka menemukan bahwa Selenium dapat berfungsi sebagai pengubah tenaga matahari menjadi listrik tanpa ada bagian bergerak atau panas.  Namun pada saat itu efesiensi solar cell masih sangat sedikit sehingga belum dapat digunakan untuk memberi daya pada peralatan listrik yang besar. Sampai saat ini efesiensi solar cell paling besar adalah sebesar 42,8% yang dilakukan oleh University if Delaware pada tahun 2007.

    Pembangkit Listrik Tenaga Surya memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap. PTLS dapat menghasilkan energy listrik dalam jumlah yang tidak terbatas yang dapat di ambil langsung dari matahari, selain itu dalam pengambilan tenaga surya PLTS tidak memerlukan bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga tidak akan ada polusi suara maupun polusi udara.

   Sistem sel surya yang ada digunakan biasanya terdiri dari panel solar cell, rangkaian kontroler pengisian dan aki 12 volt. Panel solar cell merupakan modul yang terdiri dari beberapa solar cell yang digabung dengan rangkaian seri atau parallel tergantung ukuran dan kapasitas yang di perlukan. Solar sell menghasilkan energy listrik yang proporsional dengan luas permukaan solar cell yang terkena matahari. Rangkaian kontroles pengisian aki dalam system solar cell merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian aki. Jika aki terisi 10,8 volt (dari 12 volt) maka kontroler akan mengisi aki dengan solar cell sebagai sumberdayanya. Jika aki sudah terisi hingga 13,2 volt maka kontroler akan menghentikan pengisian aki.

   Agar system solar cell menghasilkan hasil yang maksimal, Panel solar cell harus menghadap matahari secara tegak lurus. Maka dari itu system solar cell harus mempunya kontroler optional yang dapat mengubah arah panel solar cell tegak lurus terhadap arah datangnya matahari agar cahaya matahari terserap secara maksimal.

   Sedangkan bahan yang digunakan untuk solar cell adalah terdiri dari kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan solar cell dari keadaan lingkungan. Lapisan berikutnya adalah material anti-reflesi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang di pantulkan. Lalu semikonduktor tipe P dan tipe N (terbuar daru campuran silicon) untuk menghasilkan medan listrik. Saluran awal dan saluran akhir (terbuat dari logam tipis) untuk mengirim electron ke perabot listrik.

   Saat cahaya bersentuhan dengan solar cell, cahaya akan di serap oleh bahan semikonduktor, lalu terjadi pelepasan electron. Apabila electron tersebut bisa menempuh perjalana menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, maka akan terjadi perubahan sigma gaya-gaya. Gaya tolakan menolak antar bahan semi-konduktor akan menyebabkan aliran medan listrik yang mengakibatkan electron dapat di salurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,